Anion vs Kation
Atom-atom dari berbagai unsur umumnya tidak stabil (kecuali gas mulia) dalam kondisi normal.
Agar stabil, atom mengalami berbagai perubahan kimia yang mempengaruhi
jumlah elektronnya. Misalnya, suatu atom dapat melepas atau menangkap
elektron atau berbagi elektron untuk mendapatkan konfigurasi elektron
yang stabil.
Ketika hal ini terjadi, unsur cenderung bergabung dengan unsur-unsur
lainnya. Unsur kimia yang saling bergabung ini kemudian membentuk
senyawa kimia.
Unsur-unsur terikat bersama oleh ikatan kimia yang memiliki
karakteristik ionik atau kovalen. Jika suatu senyawa memiliki ikatan
ionik, mereka dikenal sebagai senyawa ionik.
Senyawa ionik terbentuk oleh daya tarik antara ion positif dan negatif.
Ion merupakan materi bermuatan. Oleh karena itu, ion tertarik pada medan
listrik, dan ketika bergerak, jalan mereka dibelokkan oleh medan
magnet.
Ion juga bertanggung jawab menghantarkan listrik melalui larutan atau cairan.
Anion
Anion adalah ion bermuatan negatif. Ketika atom menarik satu atau lebih elektron ke orbitalnya, maka terbentuklah ion negatif.
Dalam atom netral, jumlah elektron di kulit luar sama dengan jumlah
proton dalam inti. Seperti diketahui, elektron bermuatan negatif,
sedangkan proton bermuatan positif.
Namun, ketika sebuah atom menarik elektron lain, jumlah elektron meningkat, sehingga atom menjadi bermuatan negatif.
Besar muatan anion akan tergantung pada jumlah elektron yang diperoleh.
Misalnya, perolehan satu elektron akan membentuk anion monovalen
sedangkan perolehan dua elektron membentuk anion divalen.
Biasanya, anion terbentuk dari unsur-unsur non-logam yang berada di blok
p tabel periodik. Misalnya, nitrogen membentuk anion -3, oksigen anion
-2 dan klorin anion -1.
Atom-atom unsur non-logam dikenal lebih elektronegatif sehingga memiliki kemampuan menarik elektron dan membentuk anion.
Tidak hanya atom tunggal, beberapa atom atau molekul bisa pula membentuk anion.
Jika anion terdiri hanya sebuah atom, maka dikenal sebagai anion
monoatomik. Jika anion memiliki beberapa atom, atau jika berbentuk
molekul, maka disebut sebagai anion poliatomik.
Anion tertarik dengan medan listrik bermuatan positif atau materi bermuatan positif.
Kation
Kation merupakan ion bermuatan positif dan terbentuk ketika sebuah atom netral kehilangan satu atau lebih elektron.
Ketika kehilangan elektron, jumlah proton dalam inti lebih banyak dari
jumlah elektron di kulit terluarnya, sehingga atom bermuatan positif.
Kation umumnya terbentuk oleh unsur logam blok s, logam transisi,
lantanida dan aktinida, dll. Seperti anion, kation juga dapat memiliki
berbagai ukuran muatan tergantung pada jumlah elektron yang hilang.
Oleh karena itu, kation bisa memiliki bentuk monovalen (Na +), divalen
(Ca2 +), dan trivalen (Al3 +). Selain itu, terdapat pula kation
monoatomik dan kation poliatomik (NH4 +).
Ringkasan Perbedaan antara Anion dan Kation
• Anion bermuatan negatif, kation bermuatan positif.
• Anion terbentuk dengan menangkap elektron, kation terbentuk dengan melepas elektron.
• Anion terutama berasal dari unsur non logam, kation terutama berasal dari unsur logam.
• Anion tertarik pada medan listrik positif, kation tertarik pada medan listrik negatif.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar